| Thursday, 17 March 2011 06:11 |
| Untuk meningkatkan citra positif Satpol PP yang selama ini menganggap negatif di masyarakat dalam menjalankan tugasnya penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, serta perlindungan masyarakat Satpol PP harus menampilkan wajah yang tegas namun tetap humanis. Demikian sambutan Wakil Bupati Bojonegoro H. Setyo Hartono yang membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada peringatan Hari Ualng Tahun Satuan Polisi Pamong Praja ke 61, dihalaman Pendopo Malwopati Bojonegoro, Kamis (17/03/2011). Lebih jauh dikatakan, Sikap tegas bukan berarti arogan atau menang sendiri, akan tetapi harus tampil semakin kuat dan kokoh dalam menjalankan tugasnya. “Sikap tegas berarti tidak mengenal kompromi dan tidak terpengaruh oleh berbagai godaan yang melanggar hukum dan sumpah jabatan,” ungkap Setyo Hartono. Disisi lain, kata Wabup, wajah humanis itu harus bersikap melindungi dan melayani serta berorentasi pada prestasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, banyak prestasi yang telah diukir oleh Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya yaitu operasi penegakan perda serta penyelenggaraan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat dan prestasi tersebut diraih dengan kerja keras penuh resiko serta pengorbanan. Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati mengajak kepada seluruh jajaran Satpol PP Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk selalu meningkatkan profesionalitas dan disiplin pribadi dalam setiap pelaksanaan tugas dengan mengedepankan sikap etis dan humanis namun tegas, menghindari tindakan kekerasan dalam setiap pelaksanaan tugas serta senantiasa menjunjung tinggi HAM juga menjalin kerja sama dan hubungan yang harmonis dengan instansi terkait dan segenap komponen masyarakat lainnya. “Namun yang terpenting itu Satpol PP harus bisa memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh warga masyarakat,” tegas Wabup. Dalam peringatan HUT Satpol PP ke 61 kali ini mengambil tema ‘’ Membangun Kemitraan Satpol PP Dengan Masyarakat Dalam Mewujudkan Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat ‘’. (git/Kominfo).sumber.www.bojonegorokab.go.id |
Sabtu, 19 Maret 2011
Wabup ; Satpol PP Harus Tegas dan Tetap Humanis
Kamis, 11 November 2010
Puncak Produksi Blok Cepu Diterget Kuartal I 2014
| Thursday, 11 November 2010 01:33 |
| Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP. Migas) memparkan project puncak produksi Blok Cepu. Ditargetkan puncak produksi Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari (BPH) pada kuartal pertama 2014. ini menyusul segera dilaksanakannya proyek kontruksi puncak produksi Sumur Minyak Banyuurip, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, pada kuartal pertama tahun 2011. “Kita targetkan semester I tahun 2014 puncak produksi Banyuurip sudah mulai,” kata Hidayat Yusuf, Bagian Pengawas dan Pengendali Proyek Banyuurip Bp. Migas. Dijelaskan, ada 5 paket kontruksi yang akan dilaksanakan untuk mendukung puncak produksi Blok Cepu. Yakni pembangunan central processing facility dilahan seluas 350 ha, jalur pipa darat sepanjang 73 km, pipa dibawah laut sejauh 23 km, menara tambat dan tanker raksas ditengah laut yang berfungsi menampung minyak, serta infrastruktur dan sipir yang didalamnya termasuk fasilitas kebutuhan air injeksi. “Anggaran empat paket (EPC 1 sampai EPC 4) telah disetujui dan sekarang ini masih proses lelang. Sedangkan untuk anggaran EPC 5 masih dievaluasi,” terangnya. Sekarang ini, kata dia, tender proyek EPC 1 sampai 5 telah dimulai dan awal tahun 2011 akan diumumkan pemenangnya. Sesuai skema, pengerjaan proyek EPC 1 dimulai pada kuartal pertama 2011 dan ditargetkan selesai kuartal pertama tahun 2014, EPC2 sampai EPC 4 dimulai kuartal pertama dan ditargetkan selesai pada kuarta pertama 2013. Sedangkan EPC 5 akan dimulai pengerjaannya pada kuarta pertama dan ditergetkan selesai pada kuartal dua 2013. “Proyek ini nantinya akan membuka peluang kerja yang sangat banyak dan usaha bagi masyarakat sekitar,” sergah Hidayat. Karena itu, diharapkan masyarakat mendukung dan menjaga kondisi tetap kondunsif agar proyek pemerintah ini bisa berjalan lancer sesuai harapan bersama. “Jangan ada lagi pertentangan seperti kebutuhan air injeksi ini. Sebab ini akan menunda jadwal puncak produksi Blok Cepu. Karena untuk memutuskan persoalaan ini saja membutuhkan waktu enam bulan,” ungkapnya. Sementara itu, camat Ngasem, Bambang Waluyo meminta agar, dalam pelaksanaan proyek kontruksi Blok Cepu nanti baik operator maupun kontraktor mengutamakan potensi lokal baik sebagai tenaga kerja maupun penyuplay kebutuhan. “Apalagi sekarang ini banyak masyarakat yang sudah budidaya ayam potong. Jadi untuk kebutuhan daging nanti bisa di suplay oleh masyarakat,” sambung Bambang. External Relation Manager MCL, Deeddy Afidick menambahkan, bahwa pengerjaan proyek EPC1 (pembangunan tapak sumur) nanti akan terpusat di Kecamatan Ngasem. Sedangkan EPC 2 yakni pipa darat sejauh 73 Km akan focus ditengah-tengah antar Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. “Sementera EPC 3 dan EPC 4 akan berpusat di Kabupaten tuban,” pungkasnya. (Kominfo/PTI) www.bojonegorokab.go.id |
Langganan:
Postingan (Atom)
