| Friday, 13 May 2011 06:38 |
| Ketersediaan pangan terutama beras diperkirakan aman sampai dengan September mendatang. Demikian disampaikan Imron Rosidi, Kepala Bulog Sub Divre II Bojonegoro, saat dikonfirmasi melalui telephone, Jum’at (13/5/2011). Menurutnya, tahun 2011 ini pihaknya akan melakukan pembelian kurang lebih 141 ribu ton gabah setara beras untuk tiga wilayah Kabupaten, yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. “Jadi pembelian gabah untuk satu kabupaten mencapai kurang lebih 47 ribu ton gabah setara beras,” katanya. Dijelaskan, dibandingkan tahun sebelumnya penyerapan pembelian mengalami penurunan. Pada bulan yang sama pada tahun lalu penyerapan pembelian gabah oleh Bulog mencapai 60 persen. “Sedangkan tahun ini baru mencapai kisaran antara 25 persen,” imbuhnya. Disebutkan mulai Januari sampai dengan Bulan Mei ini baru mencapai 32 ribu ton setara beras. Masih dalam penjelasannya, Imron Rosidi menyampaikan bahwa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2009 ini yakni untuk harga beras perkilogram Rp. 5.060,- perkilogram dan penambahan harga insentif pembelian 340 sehingga mengalami kenaikan menjadi Rp. 5.400,- perkilogram. Sedangkan untuk harga gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan yakni Rp.3.345,- dan ada penambahan Rp.130 menjadi Rp.3.475,-. Adapun untuk pembelian baik gabah dan beras untuk wilayah Bojonegoro, lanjut Imron Rosidi, beras yang sudah dibeli dari petani 13.500 ton dan gabah sejumlah 3.000 ton. “Jika diakumulasikan maka mencapai 15.000 ton beras dari jumlah ini maka untuk kebutuhan pangan kita nantinya aman sampai dengan Bulan September mendatang,” pungkasnya.(gito/Kominfo)...libih jelas bisa di liat di www.bojonegorokab.go.id |
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Mei 2011
Ketersediaan Pangan di Bojonegoro Aman Sampai September 2011
Akte Gratis Capai 15.982 Pemohon
| Friday, 13 May 2011 07:10 |
| Permohonan pembuatan akte gratis mulai dari Januari sampai dengan 12 Mei 2011 ini mencapai 15.982 pemohon. Sedangkan, anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk pelayanan akte gratis pada tahun ini mencapai kurang lebih Rp.345 juta. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil, Bambang Suhono, melalui salah seorang kasinya, Handayani, Jum’at (13/5/2011) pagi tadi. Menurut Handayani, total anggaran yang disiapkan untuk pembuatan akte di tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya (2010) yang hanya sebesar Rp. 69 juta. Dijelaskan pemohon untuk akte gratis ini pada bulan Januari mencapai 6.542 pemohon, Bulan Februari mengalami penurunan mencapai 2.592 permohonan, Bulan Maret jumlah pemohon mencapai 3.496 orang. Dan Bulan April pemohon mencapai 2.302orang. “Dan pemohon untuk bulan Mei sampai dengan tanggal 12 kemarin sudah mencapai 1.047 pemohon,” katanya. (gito/Kominfo)..bisa di liat di www.bojonegorokab.go.id |
Sabtu, 19 Maret 2011
Wabup ; Satpol PP Harus Tegas dan Tetap Humanis
| Thursday, 17 March 2011 06:11 |
| Untuk meningkatkan citra positif Satpol PP yang selama ini menganggap negatif di masyarakat dalam menjalankan tugasnya penyelenggara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, serta perlindungan masyarakat Satpol PP harus menampilkan wajah yang tegas namun tetap humanis. Demikian sambutan Wakil Bupati Bojonegoro H. Setyo Hartono yang membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada peringatan Hari Ualng Tahun Satuan Polisi Pamong Praja ke 61, dihalaman Pendopo Malwopati Bojonegoro, Kamis (17/03/2011). Lebih jauh dikatakan, Sikap tegas bukan berarti arogan atau menang sendiri, akan tetapi harus tampil semakin kuat dan kokoh dalam menjalankan tugasnya. “Sikap tegas berarti tidak mengenal kompromi dan tidak terpengaruh oleh berbagai godaan yang melanggar hukum dan sumpah jabatan,” ungkap Setyo Hartono. Disisi lain, kata Wabup, wajah humanis itu harus bersikap melindungi dan melayani serta berorentasi pada prestasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, banyak prestasi yang telah diukir oleh Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya yaitu operasi penegakan perda serta penyelenggaraan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat dan prestasi tersebut diraih dengan kerja keras penuh resiko serta pengorbanan. Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati mengajak kepada seluruh jajaran Satpol PP Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk selalu meningkatkan profesionalitas dan disiplin pribadi dalam setiap pelaksanaan tugas dengan mengedepankan sikap etis dan humanis namun tegas, menghindari tindakan kekerasan dalam setiap pelaksanaan tugas serta senantiasa menjunjung tinggi HAM juga menjalin kerja sama dan hubungan yang harmonis dengan instansi terkait dan segenap komponen masyarakat lainnya. “Namun yang terpenting itu Satpol PP harus bisa memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh warga masyarakat,” tegas Wabup. Dalam peringatan HUT Satpol PP ke 61 kali ini mengambil tema ‘’ Membangun Kemitraan Satpol PP Dengan Masyarakat Dalam Mewujudkan Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat ‘’. (git/Kominfo).sumber.www.bojonegorokab.go.id |
Kamis, 11 November 2010
Puncak Produksi Blok Cepu Diterget Kuartal I 2014
| Thursday, 11 November 2010 01:33 |
| Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP. Migas) memparkan project puncak produksi Blok Cepu. Ditargetkan puncak produksi Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari (BPH) pada kuartal pertama 2014. ini menyusul segera dilaksanakannya proyek kontruksi puncak produksi Sumur Minyak Banyuurip, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, pada kuartal pertama tahun 2011. “Kita targetkan semester I tahun 2014 puncak produksi Banyuurip sudah mulai,” kata Hidayat Yusuf, Bagian Pengawas dan Pengendali Proyek Banyuurip Bp. Migas. Dijelaskan, ada 5 paket kontruksi yang akan dilaksanakan untuk mendukung puncak produksi Blok Cepu. Yakni pembangunan central processing facility dilahan seluas 350 ha, jalur pipa darat sepanjang 73 km, pipa dibawah laut sejauh 23 km, menara tambat dan tanker raksas ditengah laut yang berfungsi menampung minyak, serta infrastruktur dan sipir yang didalamnya termasuk fasilitas kebutuhan air injeksi. “Anggaran empat paket (EPC 1 sampai EPC 4) telah disetujui dan sekarang ini masih proses lelang. Sedangkan untuk anggaran EPC 5 masih dievaluasi,” terangnya. Sekarang ini, kata dia, tender proyek EPC 1 sampai 5 telah dimulai dan awal tahun 2011 akan diumumkan pemenangnya. Sesuai skema, pengerjaan proyek EPC 1 dimulai pada kuartal pertama 2011 dan ditargetkan selesai kuartal pertama tahun 2014, EPC2 sampai EPC 4 dimulai kuartal pertama dan ditargetkan selesai pada kuarta pertama 2013. Sedangkan EPC 5 akan dimulai pengerjaannya pada kuarta pertama dan ditergetkan selesai pada kuartal dua 2013. “Proyek ini nantinya akan membuka peluang kerja yang sangat banyak dan usaha bagi masyarakat sekitar,” sergah Hidayat. Karena itu, diharapkan masyarakat mendukung dan menjaga kondisi tetap kondunsif agar proyek pemerintah ini bisa berjalan lancer sesuai harapan bersama. “Jangan ada lagi pertentangan seperti kebutuhan air injeksi ini. Sebab ini akan menunda jadwal puncak produksi Blok Cepu. Karena untuk memutuskan persoalaan ini saja membutuhkan waktu enam bulan,” ungkapnya. Sementara itu, camat Ngasem, Bambang Waluyo meminta agar, dalam pelaksanaan proyek kontruksi Blok Cepu nanti baik operator maupun kontraktor mengutamakan potensi lokal baik sebagai tenaga kerja maupun penyuplay kebutuhan. “Apalagi sekarang ini banyak masyarakat yang sudah budidaya ayam potong. Jadi untuk kebutuhan daging nanti bisa di suplay oleh masyarakat,” sambung Bambang. External Relation Manager MCL, Deeddy Afidick menambahkan, bahwa pengerjaan proyek EPC1 (pembangunan tapak sumur) nanti akan terpusat di Kecamatan Ngasem. Sedangkan EPC 2 yakni pipa darat sejauh 73 Km akan focus ditengah-tengah antar Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. “Sementera EPC 3 dan EPC 4 akan berpusat di Kabupaten tuban,” pungkasnya. (Kominfo/PTI) www.bojonegorokab.go.id |
Lebih Murah Pakai Hybird
| Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP. Migas) menilai pengambilan keputusan desalinasi air laut dan pembangunan bak buatan (waduk) untuk mencukupi kebutuhan air injeksi puncak produksi Sumur Minyak Banyuurip, Blok Cepu, jauh lebih efisien. Setiap berelnya skenario ini menghabiskan biaya 1,05 USD. “Karena itulah opsi hybrid ini kita sepakati bersama. Sesuai hasil kajian yang kita lakukan opsi ini menguntungkan masyarakat dan pemerintah pusat maupun daerah,” kata Iwan Ratman, Vice President Project Managemen BP. Migas Japalu saat hearing dengan Komisi A DPRD Bojonegoro, Rabu (10/11/2010). Dia mengungkapkan, untuk mencukupi kebutuhan air injeksi puncak produksi Banyuurip sebesar 165 berel per hari (BPH) ini sebelumnya ada tujuh sekenario yang menjadi alternative. Diantaranya, adalah menggunakan air tawar dari bengawan solo, air asin, desalinasi, dan penggabungan antara desalinasi air laut dengan air tawar. Namun, lanjut dia, sesuai hasil pengkajian yang dilakukan bersama Intitute Tehnologi Bandung (ITB), opsi hybrid ini jauh lebih efisien ketimbang hanya membangun waduk dengan mengambil air tawar dari Bengawan Solo. Estimasinya, bila hanya menggunakan air tawar dari bengawan biaya per barelnya sebesar 2 USD. Selain itu, sesuai hasil kajian yang dilakukan ITB, dalam kurun waktu 10 tahun Sungai Bengawan Solo pernah mengalami kekurangan air karena kemarau panjang. “Apalagi bila memakai pola campuran (Hybird) ini ketersediaan air untuk injeksi tidak mengkhawatirkan. Apalagi dengan sistim ini sangat mendekati spesifikasi air yang ada dalam reservoir,” terangnya. Dia juga menegaskan, bila sistim hybrid ini juga tidak akan mengurangi jumlah lahan yang dibebaskan untuk pembangunan waduk penampungan seluas 100 ha. Hanya saja, sesuai data yang diterima BP. Migas, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan waduk itu masih terkendala pembebasan. 25 pemilik lahan di Desa Mojodelik, Gayam, dan Brabowan, Kecamatan Ngasem, belum mau melepaskan lahannya. “Tidak ada perubahan dalam jumlah lahan untuk pembangunan waduk. Semunya sesuai dengan skema awal,” tandasnya. Menurutnya, pemilihan opsi hybird ini tidak harus merubah plan of Development (PoD). Sebab pemakaian air laut dari sistim desalinasi dan pembangunan waduk ini tidak masuk dalam tiga diantara kreteria yang bisa merubah PoD. Yakni perubahan cadangan migas, penerimaan negara yang naik signifikan, dan perubahan total scenario pengembangan. “Keputusan ini juga tidak akan membengkakan cost recovery. Karena semua biaya pembangunan fasilitas desalinasi ini mulai dari nol ditanggung investor. Apalagi masyarakat di tiga kabupaten di Jatim dan Jateng juga akan memperoleh air bersih yang dikelola PDAM dimasing-masing daerah,” tambahnya. Sebelumnya, Ketua Komisi A, Agus Susanto Rismanto, menegaskan, bahwa opsi hybrid yang dipilih BP. Migas ini telah melenceng dari PoD yang disetujui sebelumnya. Proyek ini dinilai akan membengkakan cost recovery yang berimbas pada dana bagi hasil migas yang diterima Bojonegoro. Sebab air yang diproses melalui desalinasi ini akan di jual pada operator. “Ini sangat janggal. Mengapa yang memakai pipa sepanjang 90 Km (desalinasi) jauh lebih efisien ketimbang mengambil air dari bengawan yang lokasinya dekat dengan sumurnya,” ujar Politisi ini. Sementara itu, External Relation Manager MCL, Deddy Affidick menambahkan, bahwa sebagai kontraktor pemerintah, MCL akan melaksanakan semua keputusan BP. Migas. Sebab semua proyek yang akan dilaksanakan harus terlebih dulu memnuhi standar “Bagi kami yang terpenting harus mempertimbangkan efisiensi harga dan jaminan ketepatan (kebutuhan air terpenuhi) saat puncak produski awal siap dilakukan. Sehingga tidak mengganggu produksi,” sambung Deddy Affidick. Manager EPC 5 Zainul Bahri menambahkan, bahwa air bengawan solo sangat mencukupi untuk kebutuhan injeksi puncak produksi Blok Cepu. Sebab sesuai hasil kajian yang dilakukan MCL terhadap kondisi air bengawan solo sejak tahun 1972 – 1990 an (30 tahun lalu), kondisi debit air bengawan hanya sekali mengalami pengurangan. Apalagi, sesuai skema awal, pengambilan air dilakukan saat kondisi air bengawan tinggi atau musim penghujan. “Sedangkan danau buatan yang kita bangun bisa menampung 5,5 juta meter kubik (M3). Dengan asumsi, bisa mencukupi kebutuhan injeksi selama empat bulan beroperasi meskipun tidak mengambil air dari bengawan,” pungkasnya.(Kominfo/PTI) www.bojonegorokab.go.id |
Minggu, 10 Oktober 2010
Jalan Santai Gratis Peringati Hari Jalan Kaki Massal Sedunia
| Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperingati Hari Jadinya ke 333 pada tahun ini, telah mengagendakan kegiatan yang bersifat menghibur masyarakat salah satunya pada hari minggu pagi telah dilakukan kegiatan jalan sehat gratis dengan hadiah yang menggiurkan, bagaimana tidak ? selain peserta bias terlihat bugar dan sehat juga bias mendapatkan hadiah, “ Peserta jalan santai kali ini tidak ada uang pendaftaran, semua peserta diberi kupon gratis dan bisa mendapatkan hadiah bila beruntung dalam undian,” Ungkap Jhony Nur Hariyanto selaku Panitia pada Berita Bojonegoro sebelum pemberangkatan peserta jalan santai di alun-alun Bojonegoro Kemarin. Dijelaskan oleh Johny, yang juga selaku Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro ini, bahwa panitia telah menyebarkan kopon gratis disemua sekolah baik di sekolah SD, SLTP dan SLTA serta di sebarkan di Radio Pemerintah maupun Swasta, panitia juga menyebarkan pada semua lapisan masyarakat di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro, dengan kupon gratis ini diharapkan masyarakat mau ikut jalan sehat yang bertepatan dengan hari jalan kaki massal se dunia, dan hasilnya hampir 10 ribu orang ikut dalam jalan sehat kali ini. Antusias masyarakat untuk ikut, sebenarnya tidak semata-mata hadiah, akan tetapi rasa peduli dengan kesehatannya, sebab setiap hari minggu juga sudah banyak masyarakat yang datang ke alun-alun Bojonegoro hanya ingin menikmati suasana sejuk di areal taman alun-alun yang sekarang sudah berubah, suasana yang asri dan luas dan lebar untuk bersama-sama menikmati keindahan suasana pagi dengan jalan-jalan di sini, “ sudah hampir 6 bulan setiap hari minggu kami sekeluarga menyempatkan untuk menikmati suasana pagi di taman alun-alun Bojonegoro, di usia kami yang sudah tua perlu menjaga kesehatan dan dengan jalan kaki di areal taman ini, menambah semangat baru sebab banyak temannya di sini,” Ungkap Sabar (59) Warga Kecamatan Kalitidu pada Berita Bojonegoro saat ikut jalan santai bersama peserta lainnya. Untuk jalan sehat kali ini menggunakan rute dari jalan Mas Tumapel-jalan Imam Bonjol- jalan Hasyim Ashari- jalan Pahlawan dan jalan P.Sudirman- Jalan Teuku Umar-jalan Rajawali lalu kembali ke Pendopo Malwopati. Dengan adanya hiburan elektune, peserta hanyut dalam irama dangdut dan semua bergoyang menikmati lagu Keong Racun, panitia segera mengumumkan pemenang dengan cara di undi, mulai hadiah hiburan hingga hadiah Utama berupa Televisi dan Sepeda serta beberapa hadiah hiburan. (Kominfo) bisa dilihat http://www.bojonegorokab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=782:berita-bojonegoro&catid=37:content-berita |
Minggu, 22 Agustus 2010
Dalam pengarahan pada apel pagi tadi, Waka Polres Bojonegoro menyampaikan bahwa seluruh anggota harus langsung terjun ke lapangan menyusul kejadian di Medan tersebut. “ Kita harus lebih intensif lagi,jangan sampai kecolongan. “ Terang Waka Polres Bojonegoro kompol Kartono,M.Hum.
Tidak itu saja, baik Kasat Reskrim maupun Kasat Intelkam Polres Bojonegoro juga mengaktifkan kembali kring kring serse yang sudah dibentuk. Hal tersebut untuk mengetahui lebih dini tindak kejahatan. “ Kita sudah bentuk ring serse,paling tidak sampai operasi ketupat nanti selesai “ Jelas Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Suprapto.
Petugas yang sudah difloting untuk pengamanan Bank pun juga lebih selektif lagi dalam hal pengawasan. Petugaspun juga dilengkapi senjata laras panjang. “ Hari hari biasa kita sudah mengamankan Bank dengan baik,kali ini akan kita tingkatkan pengamanannnya. “ Tegas Kasat Samapta Polres Bojonegoro AKP Temmy Arachman.
tiket untuk mudik
Puasa di bulan suci Ramadan baru sebentar. Namun, masyarakat mulai melakukan pemesanan tiket untuk keperluan mudik. Pemesan tiket kebanyakan dari Jakarta menuju Bojonegoro. Bahkan, dalam sehari rata-rata ada 50 hingga 70 lebih tiket dipesan. Menurut Supriyanto, kepala loket Stasiun Kereta Api (KA) Bojonegoro, pemesanan tiket
mulai dibuka pada 6 Agustus lalu. Namun, sejak 20 hari yang lalu masyarakat sudah mulai pesan tiket melalui online. Pemesanan tiket secara online berlaku untuk kereta bisnis dan eksekutif. Tiket tersebut untuk kereta Gumarang, Agrobromo, dan Sembrani. "Sedangkan kelas ekonomi, pemesanan dilakukan langsung pada saat keberangkatan. Untuk pemesanan tiket bisnis dan eksekutif secara online, memang dapat dilakukan satu bulan sebelum keberangkatan," ujarnya, kemarin (8/8).
Tiket yang mulai dipesan masyarakat selama 20 hari ini, lanjut Supriyanto, adalah untuk digunakan mudik pada tanggal 5, 6, 7 September mendatang. "Untuk harga tiketnya mengalami kenaikan berkisar antara Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu, dari biasanya yang seharga Rp 280 ribu hingga Rp 320 ribu," kata pria yang juga pengatur kedinasan stasiun KA Bojonegoro ini.
Sementara itu, jumlah penumpang di stasiun Bojonegoro mengalami peningkatan cukup lumayan. Jika pada hari biasa penumpang dari Surabaya sekitar 600 orang, pada Sabtu atau Minggu ini mencapai 800 penumpang untuk semua kereta. Sedangkan dari jurusan Semarang, pada hari biasa mencapai 500 orang, dan saat hari libur atau Sabtu dan Minggu melonjak menjadi 700 penumpang. (JP)
mulai dibuka pada 6 Agustus lalu. Namun, sejak 20 hari yang lalu masyarakat sudah mulai pesan tiket melalui online. Pemesanan tiket secara online berlaku untuk kereta bisnis dan eksekutif. Tiket tersebut untuk kereta Gumarang, Agrobromo, dan Sembrani. "Sedangkan kelas ekonomi, pemesanan dilakukan langsung pada saat keberangkatan. Untuk pemesanan tiket bisnis dan eksekutif secara online, memang dapat dilakukan satu bulan sebelum keberangkatan," ujarnya, kemarin (8/8).
Tiket yang mulai dipesan masyarakat selama 20 hari ini, lanjut Supriyanto, adalah untuk digunakan mudik pada tanggal 5, 6, 7 September mendatang. "Untuk harga tiketnya mengalami kenaikan berkisar antara Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu, dari biasanya yang seharga Rp 280 ribu hingga Rp 320 ribu," kata pria yang juga pengatur kedinasan stasiun KA Bojonegoro ini.
Sementara itu, jumlah penumpang di stasiun Bojonegoro mengalami peningkatan cukup lumayan. Jika pada hari biasa penumpang dari Surabaya sekitar 600 orang, pada Sabtu atau Minggu ini mencapai 800 penumpang untuk semua kereta. Sedangkan dari jurusan Semarang, pada hari biasa mencapai 500 orang, dan saat hari libur atau Sabtu dan Minggu melonjak menjadi 700 penumpang. (JP)
Minggu, 08 Agustus 2010
Tingkatkan Pendidikan Aswaja bagi Generasi Muda
Memahami dan membentengi Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di era globalisasi seperti sekarang ini, tidak hanya perlu. Melainkan, juga sangat penting untuk mempertahankan demi akidah umat Islam ke depan.
Hal itu disampaikan Habib Muhammad Baharun, Rektor Universitas Nasional (Unas) Bandung dalam seminar nasional bertema penyegaran faham Aswaja di era globalisasi, yang digelar Alumni Abuya Bojonegoro, Tuban, Lamongan di Masjid Baabus Sofa kemarin (18/7).
“Pendidikan Aswaja harus dimulai sejak dini di madrasah-madrasah di Indonesia. Karena, diharapkan umat ini mengenal akidah secara benar. Sehingga umat Islam, punya daya tolak terhadap ancaman dan tantangan dari luar yang semakin tinggi intensitasnya,” kata guru besar sosiologi agama Unas ini dalam pemaparannya di depan peserta seminar.
Pria berkaca mata ini menuturkan, perlunya peningkatan pendidikan Aswaja harus dilakukan, mengingat semakin banyak faham agama yang bermunculan. Namun, dari kemunculan tersebut masih banyak masyarakat yang tidak tahu mana yang memecah belah umat atau membangun ukhuwah (persaudaraan). “Ada empat hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi berbagai ancaman dan tantangan eksternal terhadap Aswaja,” paparnya.
Yakni, mengefektifkan pendidikan Aswaja yang memadai kepada generasi muda agar mempunyai daya tolak terhadap berbagai sempalan yang kadang sulit dideteksi. Selain itu, mempererat ukhuwah organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. Kemudian, menerbitkan buku yang menyegarkan pemikiran Aswaja, sehingga dapat menjadi pegangan bagi generasi muda penerus Aswaja ke depan. (tis/fiq)
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=170601
Hal itu disampaikan Habib Muhammad Baharun, Rektor Universitas Nasional (Unas) Bandung dalam seminar nasional bertema penyegaran faham Aswaja di era globalisasi, yang digelar Alumni Abuya Bojonegoro, Tuban, Lamongan di Masjid Baabus Sofa kemarin (18/7).
“Pendidikan Aswaja harus dimulai sejak dini di madrasah-madrasah di Indonesia. Karena, diharapkan umat ini mengenal akidah secara benar. Sehingga umat Islam, punya daya tolak terhadap ancaman dan tantangan dari luar yang semakin tinggi intensitasnya,” kata guru besar sosiologi agama Unas ini dalam pemaparannya di depan peserta seminar.
Pria berkaca mata ini menuturkan, perlunya peningkatan pendidikan Aswaja harus dilakukan, mengingat semakin banyak faham agama yang bermunculan. Namun, dari kemunculan tersebut masih banyak masyarakat yang tidak tahu mana yang memecah belah umat atau membangun ukhuwah (persaudaraan). “Ada empat hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi berbagai ancaman dan tantangan eksternal terhadap Aswaja,” paparnya.
Yakni, mengefektifkan pendidikan Aswaja yang memadai kepada generasi muda agar mempunyai daya tolak terhadap berbagai sempalan yang kadang sulit dideteksi. Selain itu, mempererat ukhuwah organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. Kemudian, menerbitkan buku yang menyegarkan pemikiran Aswaja, sehingga dapat menjadi pegangan bagi generasi muda penerus Aswaja ke depan. (tis/fiq)
http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=170601
Harga Kebutuhan Pokok Relatif Aman
Bojonegoro, Menjelang Bulan Suci Ramadhan sejumlah harga kebutuhan pokok disejumlah pasar di Kabupaten Bojonegoro relative aman dan tidak mengalami perubahan yang signifikan. Meskipun terjadi kenaikan harga tidak sampai mencapai 1000 rupiah untuk setiap kilogramnya. Demikian berdasarkan pantauan yang dilaksanakan disejumlah pasar antara lain Pasar Bojonegoro, Sumberejo dan Purwosari, Senin (2/8) kemarin.
Berdasarkan pantuan yang dilaksanakan kenaikan hanya terjadi pada harga telur ayam broiler dari 13.500 rupiah menjadi 14 ribu rupiah atau mengalami kenaikan 500 rupiah. Sebaliknya untuk penurunan harga terjadi pada harga gula pasir dalam negeri dari 10.300 rupiah menjadi 10 ribu rupiah atau turun 300 rupiah setiap kilogramnya. Cabe rawit dari 31.500 rupiah turun 1.500 rupiah menjadi 30 ribu rupiah setiap kilogramnya dan Bawang merah dari 17 ribu menjadi 16 ribu rupiah atau turun 1000 rupiah.
Sementara itu harga beras juga mengalami kestabilan harga yakni beras jawa 10 ribu rupiah, beras IR 64 seharga 5.800 rupiah dan DOlog seharga 4.600 rupiah setiap kilogramnya. Minyak goreng kemasan 620 mililiter seharga 8.200 rupiah dan minyak goreng curah 8.500 rupiah untuk setiap kilogramnya. Demikian juga harga daging berturut-turut yakni daging sapi 60 ribu rupiah, daging ayam broiler 25 ribu rupiah dan daging ayam kampong dengan harga 35 ribu rupiah. Adapun untuk harga bumbu dapur lain seperti cabe merah besar 30 ribu rupiah demikian pula dengan harga cabe keriting. Bawang puti dengan harga 22 ribu rupiah perkilogramnya. (Humas/Kominfo)
Berdasarkan pantuan yang dilaksanakan kenaikan hanya terjadi pada harga telur ayam broiler dari 13.500 rupiah menjadi 14 ribu rupiah atau mengalami kenaikan 500 rupiah. Sebaliknya untuk penurunan harga terjadi pada harga gula pasir dalam negeri dari 10.300 rupiah menjadi 10 ribu rupiah atau turun 300 rupiah setiap kilogramnya. Cabe rawit dari 31.500 rupiah turun 1.500 rupiah menjadi 30 ribu rupiah setiap kilogramnya dan Bawang merah dari 17 ribu menjadi 16 ribu rupiah atau turun 1000 rupiah.
Sementara itu harga beras juga mengalami kestabilan harga yakni beras jawa 10 ribu rupiah, beras IR 64 seharga 5.800 rupiah dan DOlog seharga 4.600 rupiah setiap kilogramnya. Minyak goreng kemasan 620 mililiter seharga 8.200 rupiah dan minyak goreng curah 8.500 rupiah untuk setiap kilogramnya. Demikian juga harga daging berturut-turut yakni daging sapi 60 ribu rupiah, daging ayam broiler 25 ribu rupiah dan daging ayam kampong dengan harga 35 ribu rupiah. Adapun untuk harga bumbu dapur lain seperti cabe merah besar 30 ribu rupiah demikian pula dengan harga cabe keriting. Bawang puti dengan harga 22 ribu rupiah perkilogramnya. (Humas/Kominfo)
Langganan:
Postingan (Atom)


