selamat datang di blog kami anggap milik sendiri

Minggu, 22 Agustus 2010

http://www.polresbojonegoro.com/wp-content/uploads/2010/08/bank-dalam.jpg 

Tidak mau kejadian di Bank CIMB Medan terulang di Bojonegoro, Pagi ini Jumat (20/8) Polres Bojonegoro mengerahkan unit Patrolinya untuk melakukan Patroli pada jam jam rawan di Bank Bank yang ramai nasabahnya.
Dalam pengarahan pada apel pagi tadi, Waka Polres Bojonegoro menyampaikan bahwa seluruh anggota harus langsung terjun ke lapangan menyusul kejadian di Medan tersebut. “ Kita harus lebih intensif lagi,jangan sampai kecolongan. “ Terang Waka Polres Bojonegoro kompol Kartono,M.Hum.
Tidak itu saja, baik Kasat Reskrim maupun Kasat Intelkam Polres Bojonegoro juga mengaktifkan kembali kring kring serse yang sudah dibentuk. Hal tersebut untuk mengetahui lebih dini tindak kejahatan. “ Kita sudah bentuk ring serse,paling tidak sampai operasi ketupat nanti selesai “ Jelas Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Suprapto.
Petugas yang sudah difloting untuk pengamanan Bank pun juga lebih selektif lagi dalam hal pengawasan. Petugaspun juga dilengkapi senjata laras panjang. “ Hari hari biasa kita sudah mengamankan Bank dengan baik,kali ini akan kita tingkatkan pengamanannnya. “ Tegas Kasat Samapta Polres Bojonegoro AKP Temmy Arachman.

tiket untuk mudik

Puasa di bulan suci Ramadan baru sebentar. Namun, masyarakat mulai melakukan pemesanan tiket untuk keperluan mudik. Pemesan tiket kebanyakan dari Jakarta menuju Bojonegoro. Bahkan, dalam sehari rata-rata ada 50 hingga 70 lebih tiket dipesan. Menurut Supriyanto, kepala loket Stasiun Kereta Api (KA) Bojonegoro, pemesanan tiket

mulai dibuka pada 6 Agustus lalu. Namun, sejak 20 hari yang lalu masyarakat sudah mulai pesan tiket melalui online. Pemesanan tiket secara online berlaku untuk kereta bisnis dan eksekutif. Tiket tersebut untuk kereta Gumarang, Agrobromo, dan Sembrani. "Sedangkan kelas ekonomi, pemesanan dilakukan langsung pada saat keberangkatan. Untuk pemesanan tiket bisnis dan eksekutif secara online, memang dapat dilakukan satu bulan sebelum keberangkatan," ujarnya, kemarin (8/8).
Tiket yang mulai dipesan masyarakat selama 20 hari ini, lanjut Supriyanto, adalah untuk digunakan  mudik pada tanggal 5, 6, 7 September mendatang. "Untuk harga tiketnya mengalami kenaikan berkisar antara Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu, dari biasanya yang seharga Rp 280 ribu hingga Rp 320 ribu," kata pria yang juga pengatur kedinasan stasiun KA Bojonegoro ini.

Sementara itu, jumlah penumpang di stasiun Bojonegoro mengalami peningkatan cukup lumayan. Jika pada hari biasa penumpang dari Surabaya sekitar 600 orang, pada Sabtu atau Minggu ini mencapai 800 penumpang untuk semua kereta. Sedangkan dari jurusan Semarang, pada hari biasa mencapai 500 orang, dan saat hari libur atau Sabtu dan Minggu melonjak menjadi 700 penumpang. (JP)